Tuesday, February 12, 2008
Saturday, January 19, 2008
Boyongan Ke WordPress
Friday, January 18, 2008
Free = Gratis atau Bebas?
Di dunia Open Source, kayaknya memang sudah basbang memperdebatkan terjemahan free ke dalam Bahasa Endonesa Indonesia. Tapi toh nyatanya sampai sekarang masih juga banyak aktivis Linux yang berusaha mempopulerkan Linux dengan kampanye gratis.
Saya cuma mau menunjukkan, pada kamus Bahasa Inggris – Indonesia yang saya miliki, terjemahan kata free adalah sebagai berikut:
- Bebas
- Tidak terikat
- Dermawan
- Terbuka
- Cuma-cuma
- Tidak bertugas
- Tidak ditempati
Lihat, arti free menjadi cuma-cuma menduduki "ranking" ke-5, sedangkan di no. 1 adalah Bebas. Jadi, mana lebih tepat? Gratis atau Bebas?
Kadang-kadang adanya "dualisme" arti tersebut dimanfaatkan dengan jeli oleh orang-orang kreatif. Misalnya dalam sebuah undangan pertemuan tertulis Free Snack and Dinner, jangan cepat-cepat menyangka artinya makan malam dan makanan kecil gratis, tapi bisa jadi maksudnya bebas dari makan malam dan makanan kecil alias gak ada apa-apa.
Friday, January 11, 2008
Driver Printer iP1880 di Fedora
Waktu saya memutuskan untuk "mempensiunkan" printer lama saya (Canon BJC 265SP) yang telah memiliki masa bakti 8 tahun dan menggantinya dengan Canon iP1880, salah satu pemikiran yang sempat terbersit adalah "Bisa gak ya iP1880 ini dipake di Linux?"
Kemarin hal tersebut terjawab sudah. Jawabannya adalah bisa, karena sudah tersedia drivernya. Driver Canon iP1880 dapat dicari di situs Canon Australia. Driver Canon iP1880 for Linux menggunakan driver iP1800 series. Jadi masukkan saja teks ip1800 pada kotak teks Enter the model name of your Canon product dan klik GO.
Ada dua file yang perlu didownload, yaitu:
- cnijfilter-common-2.70-1.i386.rpm
- cnijfilter-ip1800series-2.70-1.i386.rpm
Nah, setelah drivernya diinstall, pilihan Canon iP1880 akan muncul saat melakukan add printer.
Wednesday, January 09, 2008
Fedora 8
Mungkin memang sudah terlambat, sangat terlambat malahan. Tapi memang baru beberapa hari yang lalu saya sempat melakukan instalasi Fedora 8. Padahal DVD nya sudah ada di meja saya sejak bulan November 2007. Hiks. Tapi gak pa-pa lah. Saya tetap ingin membagikan pengalaman menggunakan Fedora 8.
Selain tampilan yang makin manis dan tentu saja kernel baru, rasanya tidak ada perubahan yang sangat relevan dan signifikan (maaf, pinjam istilah Jarwo Kuwat) pada Fedora 8 ini dibandingkan versi terdahulunya.
Anaconda installer seperti biasa memberikan bantuan instalasi yang jelas dan mudah diikuti. Hanya saja, bila pada komputer yang Anda gunakan telah terdapat distribusi Linux yang lain, Anaconda masih tetap saja "ogah" untuk mendeteksinya.
Setelah instalasi selesai dan siap digunakan, seperti biasa ada langkah-langkah konfigurasi awal. Kali ini ada satu langkah konfigurasi yang hilang, yaitu deteksi audio/sound. Ternyata karena Fedora telah menggunakan PulseAudio sebagai pengatur audionya. Apa sih bagusnya PulseAudio? Saya juga belum terlalu merasakannya. Malah perasaan suara audionya jadi agak "sember" gitu. (Maaf, saya belum menemukan padanan dalam Bahasa Indonesia yang tepat untuk "sember". Sumbang barangkali? Gak tepat juga, hehehe).
Oh ya, seperti biasa berbagai codec dan driver multimedia harus diinstall secara manual. Livna masih menjadi tujuan favorit untuk hal ini.
Untuk Office-nya, saya memilih untuk menggunakan OpenOffice.org yang aseli dari OpenOffice.org. Soalnya – berdasarkan pengalaman buruk sejak Fedora 5 – fitur AutoCorrect pada OpenOffice.org bawaan Fedora gak ada Replacement tab nya. Jadi mendingan pake yang aseli saja. Barangkali ada yang udah mencoba OpenOffice.org bawaan Fedora 8? Ada gak Replacement tab nya?
Yach, sementara itu dulu deh. Dah ngantuk nih … hoaaahmmmm.
Monday, December 24, 2007
Merry Christmas
Merry Christmas, by Third Day Band
There's a little girl trembling on a cold December morn,
Crying for Mama's arms,
At an orphanage just outside a little China town,
With a forgotten heart,
But half a world away I hang the stockings by the fire,
And dream about the day when I can finally call you mine.
It's Christmas time again but you're not home,
Your family is here and yet you're somewhere else alone,
So tonight I pray that God will come and hold you in His arms,
And I'll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.
As I hang the tinsel on the tree and watch the twinkling lights,
I'm warmed by the fire's glow,
And outside the children tumble in a wonderland of white,
Make angels in the snow.
But half a world away you try the best to fight your tears,
And hope that heaven's angels come to carry you here.
It's Christmas time again but you're not home,
Your family is here and yet you're somewhere else alone,
So tonight I pray that God will come and hold you in His arms,
And I'll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.
Christmas is a time we celebrate the Holy Child,
And we celebrate His perfect gift of Love,
He came to us to give His life and prepare a place for us,
So we could have a home with Him above.
It's Christmas time again and now you're home,
Your family is here so you will never be alone,
So tonight before you go to sleep I'll hold you in my arms,
And I'll tell you from my heart,
I'll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.
Sunday, December 09, 2007
Peta
Peta. Benda satu ini sangat berguna bagi mereka yang hobi traveling, backpacking, atau ing-ing yang lain, termasuk "nyasaring". Sebuah peta pastilah digambar dengan posisi arah utara menghadap ke atas (iyalah, anak SD juga tau). Memang perjanjian untuk menggambar peta dengan arah utara menghadap ke atas adalah penting, agar orang tidak memproduksi peta dengan seenaknya.
Namun terkadang kalo sebuah aturan dipegang dengan terlalu kaku, dampaknya bisa menyusahkan juga. Contohnya nih, kalo suatu saat kita sedang menuju ke selatan dan membutuhkan bantuan peta, peta tersebut harus "dibaca" terbalik, bukan? Seandainya peta tersebut tetap tidak "dibalik", maka kanan akan menjadi kiri dan kiri akan menjadi kanan. Dan tidak semua orang memiliki kemampuan pandang ruang yang baik. Akibatnya peta tersebut bukannya membantu, malah menambah masalah karena sekarang kepala menjadi pusing dan mata berkunang-kunang. Hehe, mungkin itu memang berlebihan, tapi the point is, peta tersebut tidak cukup membantu bila dipasang secara terbalik.
Nah, kalo peta yang digunakan kebetulan berupa lembaran kertas atau atlas, tentu dengan mudah dapat dibalik posisinya. Namun kalo peta tersebut diletakkan pada papan permanen, misalnya peta yang terletak di kantor kelurahan atau di papan pengumuman balai RT, sudah tentu ndak bisa dibalik, tho?
Kebetulan, sekitar 10 m timur rumah saya ada peta yang demikian. Peta tersebut maunya menunjukkan denah rumah di RT tempat tinggal saya. Peta tersebut dipasang menghadap ke utara, sehingga kalo kita melihatnya, pasti kita menghadap ke arah selatan, bukan? Apesnya, peta tersebut dibuat mengikuti "konvensi pemetaan standar", yaitu arah utara ada di atas. Akibatnya saya sering mendapati orang yang mempelajari peta tersebut bukannya terbantu, malah bingung.
Sebenarnya tidak salah khan, kalau peta tersebut dibuat dengan arah utara menghadap ke bawah. Toh peta tersebut tidak diproduksi massal, bahkan ya cuma ada satu-satunya itu tok. Pada peta seperti ini, sisi ergonomis tentunya lebih penting daripada sisi "ketaatan terhadap konvensi". Jadi, orang-orang yang melihatnya akan terbantu, tanpa harus memiring-miringkan kepala saat mempelajarinya.
